Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Postingan Populer

https://www.uhamka.ac.id/reg

Jokowi ke Afganistan, Dahnil: Islam Indonesia Pantas Pimpin Dunia

Jokowi ke Afganistan, Dahnil: Islam Indonesia Pantas Pimpin Dunia Selasa 30 Januari 2018, 10:21 WIB Jokowi ke Afghanistan, Dahnil: Isla...

Jokowi ke Afganistan, Dahnil: Islam Indonesia Pantas Pimpin Dunia

Selasa 30 Januari 2018, 10:21 WIB Jokowi ke Afghanistan, Dahnil: Islam Indonesia Pantas Pimpin Dunia Haris Fadhil - detikNews Jokowi ke Afghanistan, Dahnil: Islam Indonesia Pantas Pimpin DuniaFoto: Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. (Haris-detikcom) Jakarta - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengapresiasi kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Afganistan. Menurutnya, kunjungan itu menunjukkan islam Indonesia pantas memimpin dunia.
"Hari ini saya apresiasi kunjungan Pak Jokowi ke Afganistan. Ini menunjukkan pesan bahwa Islam Indonesia pantas memimpin dunia," kata Dahnil dalam sambutannya pada Kongres Ulama Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2018).
Selain soal kunjungan Jokowi ke Afganistan, Dahnil juga bicara mengenai 4 nilai penting politik kebangsaan yang dimiliki Pemuda Muhammadiyah. Pertama, politik harus menjadi ekspresi merawat ketauhidan (kepercayaan keesaan Tuhan).
"Politik harus punya dimensi ubudiyah (ibadah), sarana beribadah. Politik harus dimaknai sebagai sarana melakukan peran kemaslahatan. Politik harus punya nilai dakwah," ucapnya.
Dahnil juga menjelaskan 4 isu yang akan dibahas dalam kongres kali ini. Pertama, soal politik uang dan korupsi yang sangat ditentang oleh Islam karena merusak.
"Kita jarang menemukan ustaz, ulama kita bicara tegas terkait korupsi. Ada satu kejadian, saya ceramah Jumat di salah satu masjid pemerintah di Banten. Saya jadwal ada 3. Pas saya ceramah sekali salah satu isu yang saya bawa adalah soal korupsi. Itu adalah ceramah saya yang pertama dan terakhir di tempat itu. Yang dua lagi saya diganti, sederhana karena isu yang dibawa korupsi," ujarnya.
Isu kedua adalah soal hoax atau berita palsu. Ia meminta para kader Pemuda Muhammadiyah tidak menjadi buzzer politik karena dianggap menyebar fitnah.
Berikutnya, isu yang dibahas adalah sumber daya alam yang harus digunakan untuk kepentingan rakyat. Terakhir, adalah isu nasionalisme dan persatuan.
"Pesan tentang persatuan dan nasionalisme ini akan disampaikan dan 'diproduksi' oleh ulama muda ini," ujar Dahnil.
(haf/idh)Sumber: Google News | Koranmu Kepulauan Riau